Wednesday, May 16, 2012

Dream

Mengejar impian itu keharusan. Bahkan bemimpi pun memerlukan usaha. Usaha untuk menggali diri sendiri, mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan buat melengkapi hidup. Karena mimpi adalah bagian dari hidup.

Hidup tanpa mimpi itu seperti berjalan di tempat. Tidak ada yang dikejar, tidak ada cita-cita. 

Ayo mimpi yang tinggi! Ayo mimpi yang banyak! Mudah-mudahan kalau sudah mendapatkan impian yang terbaik, niat yang tulus, doa dan usaha bisa saling melengkapi.

Another Important Message from Another CEO

Link

Original message:

Hello everyone.

Sorry for taking a few days to post my promised followup; Things are pretty busy for me, two weeks into a new country and new job. Also, I wanted to take the time to absorb your comments and get a feel for your sentiments.

Please allow me make some things clear, and I hope they go some way to dispelling some of the fear and uncertainty that people have expressed. 

I believe that social and commerce can more than co-exist; the social features of our site are what make the commerce so powerful.

Multiply is a global site, but has bigger reach in some markets than others, and we have chosen to base ourselves closer to the markets where we have the most active and growing communities. That is Indonesia and the Philippines.

Whenever there's a big change, people become anxious. No decisions have been made regarding one part of our community over another, or shutting down anything, or throwing anything out, or any of the various fears that have been voiced in the comments. 

In the 20 years I've been online, I've seen many communities come and go; I've had my own content and efforts suddenly disappear from under me. Only this week, a site I founded in 1998 finally, and sadly, went dark (I've not been involved since 2003). I know the pain that this can cause. 

So I promise this; if it ever turns out that such actions need to be taken:
  • We'll give people plenty of warning.
  • We'll provide means for people to export their content or migrate elsewhere. 
I think Multiply has a fantastic future; I've moved halfway round the world to be a part of it, and I hope we can all do it together. 

I'd like to thank Peter and the team for building Multiply into what it is today, and for all their ongoing help as we make the transition to South East Asia. They'll be working with us for a few months yet, though.

A last personal comment; I've never believed that the internet was about a single country, a single language, or a single community. The internet the first medium that truly allows the whole world to socialise. As well as ours, the majority of Google's users are non-US. Same for Facebook, Twitter, Wikipedia, and in fact, pretty much any site you choose to mention. 

Wherever you live, whatever you speak, whatever you believe (unless you believe that the beliefs of others are somehow inferior), you are welcome here.

Stef

[Updated] Multiply Merekrut CEO Baru, Stefan Magdalinski

Link

Friday, May 4, 2012

8 tahun di Multiply

Barusan lihat di bagian 'My Account' MP sendiri. Baru ngeh ternyata aku sudah jadi member MP sejak 18 August '04. Jadi tahun ini genap 8 tahun. Lama juga ya? 

Cukup lama mengumpulkan tulisan mulai dari tulisan ngga jelas, curhat, dan segala macam postingan lainnya. Haha..malu juga kalau mendapatkan postingan aneh dan kurang layak dibaca ulang.

Kalau kalian, Berapa lama nulis di MP?

Monday, April 23, 2012

Semangat Menulis


"Start by writing the things that you know. Write about your own experiences and your own feelings. That's what I do." – J. K. Rowling

Kata-kata tante Rowling ini begitu mengena di hati. Itulah yang mendorongku menulis di blog selama ini. Mulai dari curhat colongan, cuma sekedar nulis lirik lagu, mengingat hal kecil, mencatat hal yang baru, numpahin uneg-uneg, bisa dari pengalaman pribadi atau karena pengalaman orang lain.

Siapa tahu, kelak tulisan kita nanti bisa berguna dan jadi inspirasi buat yang baca :)

Thursday, April 19, 2012

Pos!


Kapan terakhir kalian mengirimkan kartu pos, atau surat ke teman atau keluarga tersayang?

Cap pos terakhirku sepertinya tahun 1998, saat masih ngirim CV buat lowongan pekerjaaan selulus kuliah. Setelah itu bisa dibilang udah ngga pernah mampir ke kantor pos lagi, karena sudah bisa kirim lamaran kerja lewat e-mail, dan punya website untuk menyimpan portfolio secara online.

Sebenarnya pengen deh membudayakan lagi mengirim kabar lewat pos biasa, memang lama sih. Dan mungkin bukan buat kirim hal penting.
Sedihnya, banyak yang anggap remeh kiriman pos. Mungkin dianggap ngga keren? Seandainya bisa pakai pos burung hantu ala Harry Potter, mungkin baru dianggap keren ya? Seperti foto ini, yang kuambil dari tampilan dompet desainku yang bentuknya terinspirasi dari amplop yang biasa dibawa pos burung hantu :)

Kalau ada yang mau ngirim kartupos padaku, monggo lho... Aku akan dengan senang hati menerimanya. Karena dulu aku sempat koleksi kartupos dan perangko. Sejak teman-teman korespondensi memilih FB buat bertegur sapa, perangko-perangko keren dari luar negri jadi ngga pernah lagi bertambah. Oh sedihnya...

Friday, March 16, 2012

Hello Unborn Baby (yang pernah datang, dan yang akan datang)

Hello Bayi.
Kita belum kenalan ya. 

Namaku Anne. 
Nanti, kalau kamu ada lagi, panggil aku "Ibu" ya. Nama ibu mungkin terdengar pasaran, dan aku sendiri dulu ga suka manggil ibuku dengan sebutan "Ibu". Rasanya kurang trendi, ngga gaya, terdengar seperti sesuatu yang gendut, tidak cantik, dan terlalu banyak dipakai sebagai sebutan panggilan.

Tapi tahukah kamu, begitu aku mengalami menjadi ibu untuk pertama kalinya, aku jadi senang sebutan "ibu". Menurutku bunyi "ibu" selalu terdengar lembut, sekeras apapun kau teriakkan kata itu. Menjadi ibu adalah tahap istimewa dalam hidup manusia dan tidak semua perempuan bisa dapat kesempatan ini, dan pengalaman menjadi ibu, mampu membuat semua perempuan terlihat sempurna. Itulah sebabnya aku ingin dipanggil "Ibu."

Malam ini ibu lagi teringat pengalaman jadi ibu. Aku kangen masa-masa itu. Aku ingin merasakan penantian 9 bulan untuk melihat senyum bayi.

Mungkin seperti senyum kamu-- hai janin mungilku, bila seandainya aku dulu diizinkan melihatmu tumbuh besar di dalam rahimku.

Atau mungkin juga senyum sepertimu-- wahai bayiku yang belum lahir di bumi.

Andai Tuhan Baca Blog Ini

Dulu beberapa saat sebelum diketahui hamil, aku posting di blog keinginan soal anak, mungkin karena kekuatan doa, dikabulkan -meski ternyata lalu belum diizinkan.

Sudah terlalu lama ngga menghidupkan mimpi itu, dan harusnya aku kembali meniupkan doa yang sama kencangnya.

Malam ini, mudah-mudahan doaku di dengar Tuhan.

Thursday, March 1, 2012

When life gives you lemons

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Lely Simatupang
ISBN: 9786028454360
Author: LELY SIMATUPANG
Language: INDONESIA
Date Published: 2011
Type: SOFT COVER
No. of Pages: 136
Dimensions (cm): 18 x 22

"When life gives you lemons, make lemonade"
Peribahasa ini menjadi bagian dari judul buku yang sangat menarik. Apakah ini buku resep masakan? Boleh jadi. Tapi sebenarnya ini buku tentang pengalaman pribadi. Dan ngga tanggung-tanggung, berisi pengalaman seorang survivor kanker serviks.

Buku ini akan sangat bermanfaat buat penderita kanker rahim yang ingin mengetahui proses diagnosis dan pengobatannya. Tapi yang bikin surprise adalah, ternyata buku ini tidak semengerikan yang aku duga. Mungkin karena penulis buku ini orangnya humoris dan menghindari banyak menggunakan istilah kedokteran yang rumit. Jadi selama baca buku ini kayak lagi duduk dengerin seorang kakak lagi curhat, dan ga semua isi curhatnya berisi keluh kesah, ceritanya mengalir ringan, dan banyak sekali cinta dan kasih sayang bertebaran di tiap ceritanya. membuat buku ini begitu terasa hangat dan familiar.

Buatku yang punya saudara yang sudah meninggal karena melawan kanker, buku ini juga nambah pengetahuan. Betapa tidak mudah untuk melawan ketakutan terbesar dari diri sendiri, memompa semangat untuk sembuh, berpikir positif untuk bertahan hidup. Keluarga dan teman dekat memang akan menjadi supporter utama, tapi harus dari diri sendiri melatih kekuatan untuk bertahan.

Seperti peribahasa tadi, kalau kita dikasih buah lemon yang asam, tinggal terserah kita mau terus merengut merasakan kecutnya, atau mau melihat hidup lebih terasa segar, karena toh hidup ngga selalu manis.

Buku yang penuh inspiratif dan bersemangat :)

Terima kasih ceu Yona, udah pinjamin buku ini :)

Addendum:
Oya, buku ini penuh ilustrasi yang membuat buku ini lebih terasa manis, salut buat ilustratornya!

Sunday, February 26, 2012

Berhubung website lama digondol orang, ya sudah aku pake yang gratisan aja sekarang :P http://aranolein.weebly.com/